Harga Emas Cetak Rekor Kuartalan, Kekhawatiran Inflasi Global Membayangi
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$15 atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada US$1.954,00 per ounce
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$15 atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada US$1.954,00 per ounce
Chicago, tvOne Emas melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah sempat mencapai level tertinggi 13-bulan di atas 1.975 dolar karena investor mencari aset aman menyusul operasi militer Rusia di Ukraina, saat tanggapan Barat atas invasi tersebut tampak mengandung beberapa risiko geopolitik yang membuat logam kuning makin menarik. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman…
Hari ini harga emas berpotensi dibeli menguji resistensi US$1.850. Namun bila bergerak turun ke bawah level US$1.842, maka berpeluang dijual menguji support US$1.837
Kemarin, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange ditutup menguat US$9,9 atau 0,54 persen ke level US$1.841,70 per troy ounce
Harga emas berisiko tertekan spektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed di bulan Maret
Sayangnya, kenaikan emas dibatasi oleh dolar yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi yang meningkat saat investor fokus pada data inflasi utama yang akan dirilis pekan ini
Investor menilai data inflasi AS tersebut dapat mempengaruhi kecepatan Federal Reserve menaikkan suku bunga, saat mereka mengambil posisi menjelang Tahun Baru.
Emas berpeluang dibeli karena investor yang terus mengkhawatirkan kasus covid Omicron
Saat ini emas batangan sering dibeli sebagai cara untuk melindungi kekayaan ketika harga konsumen naik. Inflasi tahun ini telah membebani logam karena investor bertaruh bahwa itu akan memacu Federal Reserve untuk mengurangi langkah-langkah stimulus besar.
Rilis dana inflasi AS yang kuat mendorong lonjakan logam mulia yang dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi.