Menguat Lagi, Emas Bisa Capai US$ 1.800/Ounce Malam Ini?

Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (1/7/2020) dan semakin mendekati level US$ 1.800/US$. Penguatan emas hari ini mengonfirmasi ramalan Bart Melek, kepala strategi global di TD Securities, bahwa harga emas akan menguat lagi jika data ekonomi di pekan ini dirilis bagus.

“Pergerakan harga emas pekan depan (pekan ini) akan dipengaruhi oleh data ekonomi. Kabar bagus akan menjadi baik juga untuk emas,” kata Bart Melek, kepala strategi global di TD Securities, sebagaimana dilansir Kitco Jumat (26/6/2020).

Siang tadi, emas sempat naik 0,47% ke US$ 1.788,96/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 5 Oktober 2012, dan berjarak kurang dari US$ 13 ke level psikologis US$ 1.800/troy ons. Penguatan emas terpangkas sore ini, pada pukul 17:38 WIB berada di level US$ 1.781,17/troy ons, menguat tipis 0,05%.

Sejak Selasa kemarin, kabar bagus datang dari China. ISH Markit kemarin melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Negeri Tiongkok bulan Juni naik menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya 50,6. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi dan di atasnya berarti ekspansi.

Dengan demikian, China masih mempertahankan bahkan menambah laju ekspansi di bulan Juni, meski virus corona sempat menyerang ibu kota Beijing. Sehingga harapan akan perekonomian bisa segera bangkit kembali muncul.

Sejak dilanda pandemi penyakit virus corona (Covid-19), sektor manufaktur China hanya mengalami kontraksi di bulan Februari (angka indeks sebesar 35,7) setelahnya, mencatat ekspansi dalam 4 bulan beruntun.

Sementara ari ini, Caixin juga melaporkan PMI manufaktur China naik menjadi 51,2 dari sebelumnya 50,7. Indeks dari Caixin menggunakan sampel yang lebih kecil dengan IHS Markit, tetapi tetap mengkonfirmasi ekspansi sektor industri pengolahan di Negeri Tiongkok.

Malam ini data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis oleh Automatic Data Processing Inc. (ADP), dan PMI manufaktur versi Institute for Supply Management (ISM) berpeluang memicu penguatan emas menuju US$ 1.800/troy ons bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilewati. Dengan catatan data tersebut dirilis lebih bagus dari prediksi.

Berdasarkan polling Reuters, data tenaga kerja versi ADP diprediksi sebanyak 3 juta orang, artinya sepanjang bulan Juni sektor swasta AS mampu menyerap tenaga kerja sebanyak itu. Berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya ketika terjadi pengurangan tenaga kerja sebanyak 2,76 juta.

Kemudian PMI manufaktur versi ISM diprediksi sebesar 49,5, meski masih menunjukkan kontraksi (di bawah 50), tetapi jauh membaik ketimbang bulan sebelumnya 43,1.

Secara teknikal Secara teknikal, emas sudah berhasil break out level US$ 1.744/troy ons yang merupakan batas atas pola Rectangle (garis merah) pada hari Senin (22/6/2020), dan terus mencetak level tertinggi intraday di tahun ini.

xau
Grafik: Emas (XAU/USD) Harian
Foto: Refinitiv

Pola Rectangle menjadi indikasi emas berada dalam fase konsolidasi atau bergerak sideways, dengan batas bawah di US$ 1.670/troy ons. Rentang batas bawah ke batas atas pola Rectangle sebesar US$ 74, jadi ketika batas atas berhasil ditembus maka target penguatan emas juga sebesar US$ 74 dari batas atas US$ 1.744/troy ons.

Artinya, target penguatan emas ketika pola Rectangle ditembus adalah US$ 1.818/troy ons, lebih tinggi dari level psikologis US$ 1.800/US$. Emas saat ini juga sudah mencapai resisten US$ 1.788/troy ons. Jika mampu ditembus secara konsisten, peluang emas mencapai level psikologis US$ 1.800/troy ons malam ini akan semakin mudah.

Sementara itu, indikator stochastic kembali masuk ke wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun.

Selama tertahan di bawah US$ 1.788/troy ons, emas berisiko terkoreksi ke US$ 1.764/troy ons. Level US$ 1.744 kini menjadi support (tahanan bawah) kuat, selama bertahan di atasnya, peluang emas ke US$ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Similar Posts